5 Fakta Terakhir Kasus Remaja Putri Yang Dibacok Lalu Ditelantarkan Di Pinggir Jalan Tol Jakarta-Tangerang

admin

Pada Kamis, 2 September 2023, seorang wanita muda berinisial FP (25) ditemukan dalam kondisi lemas di pinggir jalan tol Jakarta-Tangerang.

Wanita itu adalah korban pemerkosaan atau pemerkosaan paksa.

Wakil Direktur Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Resa F Marasabessy mengatakan usai dikonfirmasi pada Sabtu (2/11/2023) “Benar (korban diperkosa)”.

FP mengaku diperkosa dan ditinggalkan di hutan dan hartanya dirampas oleh seorang penyerang bernama Dika.

Tim patroli akhirnya menemukan FP setelah mendengar suara perempuan minta tolong di tol Jakarta-Merak dan kondisinya luka-luka.

Bagaimana kasusnya?

Berdasarkan informasi polisi, berikut 7 fakta terbaru terkait kasus pemerkosaan wanita di tol Merak.

1. Tubuh penuh bekas luka

Kabid Humas Polres Tangerang Selatan Ibda Galeh Doi Noryanto membeberkan kronologi kejadian tersebut.

Korban merupakan warga Shirotjaya Shame Modan, Bekah Barat, dengan luka di sekujur tubuh.

Galleh mengatakan pihaknya sedang menunggu hasil otopsi untuk memastikan tuduhan pemerkosaan.

Julaih adalah hari Jumat (2023).

“Ketika korban diinterogasi, dia tidak mengungkapkan bahwa dia telah dilecehkan secara seksual. Tapi otopsi dilakukan selama proses tersebut,” kata Galle.

2. Niat jalan-jalan ke Bogor

Ipda Galih FP berpamitan dengan orang tuanya dalam perjalanan ke Bogor pada 8 Februari 2023 sekitar pukul 21.00 WIB.

Saat tiba di Stasiun Sudirman, korban mengenali seorang pria yang mengaku sebagai Deka.

Dalam perkenalan kali ini, Dika mengajak F ke sebuah toko di kawasan Grogol.

FP ingin membeli laptop jika disertakan.

Pada Jumat, 2 Oktober, dia menjelaskan, “Korban dan pelaku pergi ke Grogol, tapi ternyata toko tutup.”

Setelah gagal jalan-jalan ke Grogol, ajak korban ke kawasan wisata Kota Tua.

Setibanya di Kota Tua, pelaku mengenalkan korban kepada teman-teman lain yang bekerja di sana.

Baca Juga  CEO HMI Tang Lang: Kita Harus Mendengarkan Suara Rakyat Dengan Semangat Demokrasi

Dalam pengakuan FP, salah satu teman pelaku mengaku sebagai Alif.

Saat sudah larut, FP meminta pulang tapi Dika menolak.

Galich menuturkan, “Sekitar pukul 00.00 WIB, korban meminta pulang, namun pelaku tidak mengizinkan, sehingga pelaku menyuruh korban menggunakan angkutan umum dan berganti tiga kali jalan kaki.”

3. Meminta Anda untuk naik bus dan menyuruh Anda turun

Akhirnya korban dan pelaku berhenti di salah satu halte bus Primagasa. F memutuskan untuk naik bus, tidak tahu persis di mana dia berada.

Bus Prejajasa yang mereka tumpangi ternyata menuju Merak melalui jalur Jakarta-Merak.

“Pelaku meminta sopir bus turun di Km 27 saat melintas di jalan Jakarta-Merak Km 25-27,” kata Ghaleh.

Setelah berhasil turun dari bus, pelaku menemukan jalan keluar dengan mengikuti jalan tol dan melewati semak belukar.

4. Penyerang yang marah mencekik korban

Ibda Jaleh juga mengatakan korban mengomel atau menggerutu saat meminta pulang.

Akhirnya Dika marah sama FP.

Kemudian Dika memukul F dan mulai mencekiknya hingga pipinya memar di bawah mata kirinya. Dia melukai kaki dan lututnya.

Setelah dianiaya, korban ditinggalkan di semak-semak, jelas Ibda Ghalia. Saya mengambil uangnya.

“Setelah pelaku selesai menganiaya, meninggalkan korban di semak-semak sebelum mengambil ponsel dan dompetnya yang berisi uang Rp 400.000,” jelasnya.

F yang terbengkalai kembali ke jalan raya dan mencoba mencari bantuan.

Sekitar pukul 05.00 WIB dini hari, seorang anggota Korlantas Polri PJR yang sedang patroli melihat korban.

5. Tangkap pelakunya

Seorang pelaku pencabulan terhadap perempuan muda berinisial FP (25) sudah ditangkap polisi.

“Ya benar (pelaku sudah ditangkap)” kata Wakil Direktur Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya Kompol Resa F Marasabessy, usai dikonfirmasi wartawan, Sabtu (2/11/2023).

Baca Juga  4 Tanda Zodiak Yang Cocok Dengan Pikiran Orang Lain

Raisa tidak merinci kronologis dan di mana para pelaku ditangkap.

“Itu ditangani Unit 5 Resmob,” katanya.

Related Post