Petani Telah Menyiapkan Survei Petani Mulai 1 Mei 2023.

Laporan wartawan Yanuar Rezky Yovanda

, JAKARTA – Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan bahwa pelaksanaan Sensus Pertanian 2023 (ST2023) akan dimulai di seluruh wilayah Indonesia, baik perkotaan maupun pedesaan, mulai 1 Mei hingga 31 Mei 2023.

Habibullah, Wakil Direktur Badan Pusat Statistik Produksi BPS, mengatakan pihaknya akan menggunakan informasi awal dari daftar pracetak hasil sensus 2020, data Kementerian Pertanian dan Kehutanan, Kementerian Kelautan dan Perikanan, Kementerian Lingkungan Hidup. dan Kehutanan dan sumber lainnya. .

Laporan hasil ST2023 telah disusun untuk menjawab tantangan global dan tantangan nasional serta mengubah sistem pertanian dan pangan menjadi lebih inovatif, kompetitif dan berkelanjutan.

“Oleh karena itu, ST2023 menyediakan data untuk pengambilan keputusan berbasis bukti dalam transformasi sistem pertanian dan pangan,” ujarnya, Selasa (29/11/2022).

Habibullah menjelaskan tiga metode pengumpulan data yang digunakan dalam ST2023 adalah paper-assisted personal interview (PAPI), computer-aided personal interview (CAPI), dan online personal interview (CAWI).

Ruang lingkup yang terekam dalam ST2023 terdiri dari subsektor sebagai berikut: Tanaman Pangan, Hortikultura, Peternakan, Perikanan, Peternakan, Kehutanan dan Jasa Pertanian.

“Sementara itu, unit usaha pertanian ST2023 yang akan didaftarkan meliputi Badan Usaha Perseorangan (UTP), Badan Usaha Pertanian Berbadan Hukum (UPB) dan Badan Usaha Pertanian Lainnya (UTL),” pungkasnya.

Sebagai acuan, Sensus Pertanian merupakan kegiatan nasional yang dilakukan oleh BPS setiap 10 tahun sekali sejak tahun 1963.

Sensus Pertanian diamanatkan oleh Undang-undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan merupakan salah satu dari tiga sensus yang dilakukan oleh BPS, penyelenggara statistik utama di Indonesia.

Baca Juga  Enesis Group Akan Mengadakan Pertemuan Media Di Awal Tahun 2022